MEMAKSIMALKAN LAYANAN GOOGLE UNTUK PEMBELAJARAN JARAK JAUH
DI MASA PANDEMI COVID-19
TIAS SIWI NOVITALIA, S.Pd, M.Pd.
CGP ANGKATAN 2
KAB.. PURWOREJO
A.
Latar Belakang
Pendidikan memiliki kontribusi penting
dalam meningkatkan kualitas suatu bangsa. Pendidikanlah yang
akan menentukan kemana bangsa ini akan menyongsong masa depannya, apakah
menjadi bangsa besar yang beradab, cerdas dan siap beradaptasi dengan perubahan
zaman. Sumber daya manusia yang unggul akan mampu untuk mengatur dan
mengolah sumber daya alam dan seluruh potensi yang dimiliki bangsa ini untuk
kemajuan dan kesejahteraan bersama. Pandemi covid-19 yang terjadi hampir dua
tahun ini telah memperngaruhi segala bidang kehidupan manusia, termasuk
pendidikan. Semua komponen pendidikan dibuat terkejut dan gugup, bagaimana
seharusnya bersikap dan bertindak secara cepat dan tepat. Kita tahu,
pembelajaran dan pengajaran selama ini mulai dari Indonesia merdeka hingga
sebelum terjadinya pandemi, pembelajaran dilakukan secara tatap muka langsung.
Kesiapan insan pendidikan mengalami kesulitan mendasar yang disebabkan adanya
perubahan pembelajaran tatap muka berubah menjadi online. Pendidik,
peserta didik, dan orang tua dipaksa untuk bertransformasi dan beradaptasi
dalam pembelajaran.
Dengan berbagai situasi kondisi dan
kesulitan-kesulitan yang dihadapi pada saat ini, pendidikan tidak
boleh stagnan. Peserta didik harus tetap memperoleh perhatian
dan layananan pendidikan yang baik. Mengingat tujuan
pendidikan nasional Indonesia, seperti yang tercantum di dalam
pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yang salah satunya berbunyi mencerdakan
kehidupan bangsa. Sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara, pembelajaran
hendaknya dapat menyesuaikan dan menjawab tantangan kodrat zaman yang sedang
terjadi pada saat ini. Zaman ini penggunaan media komunikasi dan akses internet
sudah biasa. Untuk itu, pendidik dapat memanfaatkan
teknologi tersebut sebagai sarana dan bagian dalam proses
pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh.
B.
Tujuan
Tujuan yang akan dicapai adalah 1). Siswa
lebih bersemangat mengikuti pembelajaran:2). Siswa lebih
memahami materi pembelajaran; dan 3). Siswa dapat menerapkan pengetahuan
teknologi informasi yang dipunyai untuk kepentingan keluarga dan masyarakat
sekitar.
C.
Kegiatan Aksi Nyata
Dalam keadaan yang tidak menguntungkan
saat ini, teknologi pendidikan dapar menjadi salah satu penyelesaian masalah
pendidikan di masa pandemi covid 19. Teknologi pendidikan dapat memberikan
kemudahan informasi serta penyampaian materi sehingga kegiatan pembelajaran
yang dilakukan tidak menjadi kendala terkhusus pada saat pembelajaran jarak
jauh. Dengan
ciri khas, antusias, dan perkembangan yang cepat saat ini serta berkaitan
dengan generasi muda/millenial di saat pandemi COVID-19 mengakibatkan teknologi
pendidikan merupakan solusi aktif yang tepat dan efisien yang dapat
dimanfaatkan guna menunjan pembelajaran mandiri saat ini. Teknologi
pendidikan menciptakan cangkupan yang luas saat belajar mandiri. Teknologi
pendidikan dapat menciptakan pembelajaran tetap berjalan baik serta mendukung
pemerintah dalam upaya menjaga physical distancing sesuai protokol kesehatan
1.
Pembelajaran Daring dengan google
Menurut Ki Hadjar, Pendidikan adalah pembudayaan
buah budi manusia yang beradab dan buah perjuangan manusia terhadap dua
kekuatan yang selalu mengelilingi hidup manusia yaitu kodrat alam dan zaman.
Dengan demikian, pendidikan itu sifatnya hakiki bagi manusia sepanjang
peradabannya seiring perubahan jaman dan berkaitan dengan usaha manusia untuk
memerdekakan batin dan lahir sehingga manusia tidak tergantung kepada orang
lain akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri.
Saat ini teknologi informasi telah sedemikian
canggih, dalam situasi pandemi saat ini pendidikan harus terus berjalan. Sejalan dengan asas tersebut
sekolah tetap berusaha memberikan hak dan tuntunan kepada
peserta didik dengan layanan pendidikan yang baik melalui pembelajaran secara
daring. Pamdemi covid-19 memaksa guru untuk mampu menyajikan keggiatan belajar
mengajar secara daring. Banyak sekali aplikasi yang bisa digunakan untuk
pembelajaran daring. Ada yang berbayar dan ada pula yang gratis. Tentunya guru
akan memilih aplikasi yang sesuai denan kondisi guru dan juga muridnya. Kondisi
murid yang heterogen harus menjadi hal utama untuk pertimbangan memilih
aplikasi.
Di SMA Negeri 2 Purworejo kondisi siswanya sangat heterogen bila
kita melihat dari aspek kemampuan Ekonomi, sarana belajar daring yang dimiliki,
kemampuan IT, letak geografis, jaringan internet dilingkungan tempat tingggal
dan juga tingkat kepedulian orang tua dalam hal pendidikan anak. Dengan
mempertimbangkan faktor-faktor tersebut guru memilih menggunakan aplikasi
gratis dari google. Aplikasi yang diggunakan guru untuk mendukung kegiatan
pembelajaran diantaranya adalah Google Classroom, Google form, google meet,
goggle document, google slide, dan jamboard. Selain itu guru juga bisa
menggunakan aplikasi lain yang bisa dihubungkan ke google classroom seperti
penilaian dengan quizziz.
a.
Google classroom
Google Classroom adalah aplikasi produk
google yang disediakan untuk membantu para pendidik dalam mengelola kelas
dengan alat bantu Teknologi Informasi. Google Classroom dapat diakses
menggunakan akun google, jadi bagi pengguna e-mail dari gmail dan pengguna HP Android tentunya sudah
punya akun google karena akun google juga digunakan sebgai syarat untuk masuk
ke berbagai aplikasi.
b.
Google form
Google
form adalah layanan dari Google yang memungkinkan Anda untuk
membuat survey, tanya jawab dengan fitur formulir online yang bisa
dicustomisasi sesuai dengan kebutuhan. Dalam pembelajaran daring google form
dapat dimanfaatkan untuk membuat presensi/daftar hadir, kuis, penugasan, lembar
kerja peserta didik, dan juga untuk penilaian harian.
c.
Google meet
Google Meet adalah
produk dari Google yang merupakan layanan komunikasi video yang dikembangkan
oleh Google. Google meet dapat
dimanfaatkan untuk kelas virtual dalam kegiatan belajar mengajar jarak jauh.
Guru dan peserta didik bisa bertemu dan berkomunikasi dua arah meskipun
terpisah ruang.
d.
Google docs
Google Docs merupakan
aplikasi pengolah kata online yang memiliki fungsi untuk pengolahan kata, membuat dan memformat dokumen teks. Google Docs mirip dengan Microsoft Word. Dalam
pembelajaran daring google docs bisa digunakan untuk membuat materi pelajaran,
lembar kerja peserta didik, dll.
e.
Google slide
Google slide adalah sebuah aplikasi presentasi online yang memungkinkan anda untuk memamerkan karya anda dengan cara visual. Google slides fungsinya hampir sama dengan powerpoint. Dalam pembelajaran daring google slides bisa digunakan untuk mempresentasikan materi. Kelebihan google slides adalah bisa diedit dimana saja dan kapan saja karena file ini tersimpan di cloud secara online
f.
Google jamboard
Google Jamboard merupakan sebuah papan tulis interaktif
pintar berbasis Android, dengan ukuran jumbo, yang dapat membantu pekerjaan
yang berhubungan dengan presentasi, dan ilustrasi. Dalam pembelajaran
daring guru bisa menggunakan aplikasi ini untuk meminta umpan balik dari siswa
seperti perkenalan, menuliskan ide, pendapat, merefleksi kegiatan, menuliskan
testimoni, kesan, pesan, dll.
2.
Siswa diberi kemerdekaan dalam belajar, mengerjakan
dan mengumpul tugas.
Salah satu pemikiran Ki Hadjar
Dewantara adalah menghamba pada anak. Pendidikan yang menghamba pada anak juga dikenal dalam
pembelajaran dalam istilah pembelajaran berbasis Student Centered Learning
(SCL). Siswa belajar dari apa yang dilakukan bukan dari apa yang
disampaikan guru. Pendekatan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik
atau anak merupakan sistem pembelajaran yang menunjukkan dominasi peserta didik
selama kegiatan pembelajaran dan guru hanya sebagai fasilitator, pembimbing dan
pemimpin. Pembelajaran berpusat pada anak dapat disimpulkan bahwa dalam
pelaksanakan kegiatan pembelajaran berpusat kepada anak. Anak diberi
kebebasan dalam menyelesaiakan tugas ataupun dalam model belajar.
Dalam menyelesaikan tugas yang diberikan
dalam kegiatan belajar mengajar guru memberikan kebebasan kepada murid untuk
memilih cara menuangkan jawaban maupun aplikasi yang akan digunakan. Semua itu
disesuaikan dengan kemampuan siswa dalam menggunakan media maupun sarana yang
mereka miliki untuk menyelesaikan tugas. Sebagai contoh dalam mengerjakan LKPD
yang diberikan kepada siswa, mereka boleh menuliskan jawabannya langsung di
lembar LKPD tersebut atau bisa juga dituliskan dikertas kemudian di foto dan sebagainya.
Semua dikerjakan sesuai sarana yang dimilikiki oleh siswa.
3.
Berkolaborasi dengan Guru Mata
Pelajaran dan Orangtua
Dalam salah satu pemikiran Ki Hajar
Dewantara, adalah Tri Pusat Pendidikan yang menerangkan bahwa pendidikan berlangsung
di tiga lingkungan, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiganya memiliki
peran di dalam proses pembelajaran, dan saling mengisi dan memperkuat satu
dengan yang lainnya. Pendidikan peserta didik tidak akan berhasil jika
hanya dilaksanakan oleh satu pihak saja yaitu guru kelas saja. Namun pendidikan
akan berhasil jika dilakukan secara berkolaborasi atau membangun hubungan yang
baik antara guru kelas, guru mata pelajaran dan orangtua. Pada pertemuan ini,
banyak hal yang dapat disampaikan oleh orangtua dan guru, Seperti kendala yang
dihadapi oleh siswa dalam proses pembelajaran. Orangtua dalam mengawasi anaknya
sehingga permasalahan yang dihadapi dapat di selesaikan dengan mencarikan
solusi yang tidak merugikan pihak manapun. Kendala lain, misalnya masalah
keberatan kuota internet untuk pembelajaran. Para orang tua, guru, dan sekolah
duduk bersama mencari titik temu agar kuota dapat dibantu dan pembelajaran
tetap berjalan dengan baik. Maka dana BOS dan program kuota dari pemerintah
melalui kemendikbud merupakan solusi yang terbaik. Hal ini sangat baik untuk
terlaksananya Merdeka belajar yang berpihak kepada siswa.
C. Kendala-kendala
dalam pelaksanaan aksi nyata
Dalam pelaksanaan pembelajaran ini,
secara khusus pada saat pembelajaran daring kendala-kendala yang saya alami
selama ini antara lain :
- tugas-tugas secara daring tidak
dapat terkumpul 100% rata-rata antara 80%-90 %. Hal
ini terjadi karena tingkat kejenuhan yang tinggi dirasakan anak-anak yang
belajar cukup lama di rumah. Kasus tertentu seperti pada saat PTS dan PAS
secara daring, tugas dapat terumpul 100%
- pengawasan orang tua yang
kurang dalam pelaksanaan bembelajaran daring di rumah. Hal ini dapat
dimaklumi karena beban kerja orang tua yang cukup berat.
- ketersediaan handphone yang kurang
memadai. Satu handphone digunakan oleh lebih dari satu orang anak dan juga
kadang berbagi dengan orang tua
- pemenuhan kebutuhan kuota yang cukup
berat, apabila pembelajaran daring melalui vicon walaupun peserta
didik sudah mendapatkan kuota dari kemendikbud.
D. Rencana
perbaikan di masa mendatang.
Rencana perbaikan yang akan dilakukan
oleh guru adalah sebagai berikut:
1.
Guru akan memperbaiki dan meningkatkan kemampuannya
dalam menggunakan teknologi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara
daring.
2.
Guru akan lebih memperhatikan kondisi dan kebutuhan
siswa agar guru bisa menyajikan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa.
3.
Guru akan merefleksi setiap kegiatan dan aktivitas
pembelajaran agar tahu kekurangan dan kelemahannya untuk memperbaiki
pembelajaran berikutnya.
E. Kesimpulan





