Tuesday, June 8, 2021

 MEMAKSIMALKAN LAYANAN GOOGLE UNTUK PEMBELAJARAN JARAK JAUH

DI MASA PANDEMI COVID-19


AKSI NYATA 1.1
TIAS SIWI NOVITALIA, S.Pd, M.Pd.
CGP ANGKATAN 2
KAB.. PURWOREJO

 

A.       Latar Belakang

Pendidikan memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas suatu bangsa. Pendidikanlah  yang akan menentukan kemana bangsa ini akan menyongsong masa depannya, apakah menjadi bangsa besar yang beradab, cerdas dan siap beradaptasi dengan perubahan zaman. Sumber daya manusia yang unggul akan mampu untuk mengatur dan mengolah sumber daya alam dan seluruh potensi yang dimiliki bangsa ini untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama. Pandemi covid-19 yang terjadi hampir dua tahun ini telah memperngaruhi segala bidang kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Semua komponen pendidikan dibuat terkejut dan gugup,  bagaimana seharusnya bersikap dan bertindak secara cepat dan tepat.  Kita tahu, pembelajaran dan pengajaran selama ini mulai dari Indonesia merdeka hingga sebelum terjadinya pandemi, pembelajaran dilakukan secara tatap muka langsung. Kesiapan insan pendidikan mengalami kesulitan mendasar yang disebabkan adanya perubahan pembelajaran tatap muka berubah menjadi  online. Pendidik, peserta didik, dan orang tua dipaksa untuk bertransformasi dan beradaptasi dalam pembelajaran.

Dengan berbagai situasi kondisi dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi pada saat ini,  pendidikan tidak boleh stagnan. Peserta didik harus tetap memperoleh perhatian dan  layananan pendidikan yang baik. Mengingat tujuan pendidikan  nasional Indonesia, seperti yang tercantum di dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yang salah satunya berbunyi mencerdakan kehidupan bangsa. Sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara, pembelajaran hendaknya dapat menyesuaikan dan menjawab tantangan kodrat zaman yang sedang terjadi pada saat ini. Zaman ini penggunaan media komunikasi dan akses internet sudah biasa. Untuk itu, pendidik dapat memanfaatkan teknologi  tersebut sebagai sarana dan bagian dalam proses pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh.

B.       Tujuan

Tujuan yang akan dicapai adalah 1). Siswa lebih bersemangat mengikuti pembelajaran:2). Siswa lebih memahami materi pembelajaran; dan 3). Siswa dapat menerapkan pengetahuan teknologi informasi yang dipunyai untuk kepentingan keluarga dan masyarakat sekitar.

C.        Kegiatan Aksi Nyata

Dalam keadaan yang tidak menguntungkan saat ini, teknologi pendidikan dapar menjadi salah satu penyelesaian masalah pendidikan di masa pandemi covid 19. Teknologi pendidikan dapat memberikan kemudahan informasi serta penyampaian materi sehingga kegiatan pembelajaran yang dilakukan tidak menjadi kendala terkhusus pada saat pembelajaran jarak jauh. Dengan ciri khas, antusias, dan perkembangan yang cepat saat ini serta berkaitan dengan generasi muda/millenial di saat pandemi COVID-19 mengakibatkan teknologi pendidikan merupakan solusi aktif yang tepat dan efisien yang dapat dimanfaatkan guna menunjan pembelajaran mandiri saat ini. Teknologi pendidikan menciptakan cangkupan yang luas saat belajar mandiri. Teknologi pendidikan dapat menciptakan pembelajaran tetap berjalan baik serta mendukung pemerintah dalam upaya menjaga physical distancing sesuai protokol kesehatan

1.             Pembelajaran Daring dengan google

Menurut Ki Hadjar, Pendidikan adalah pembudayaan buah budi manusia yang beradab dan buah perjuangan manusia terhadap dua kekuatan yang selalu mengelilingi hidup manusia yaitu kodrat alam dan zaman. Dengan demikian, pendidikan itu sifatnya hakiki bagi manusia sepanjang peradabannya seiring perubahan jaman dan berkaitan dengan usaha manusia untuk memerdekakan batin dan lahir sehingga manusia tidak tergantung kepada orang lain akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri.

Saat ini teknologi informasi telah sedemikian canggih, dalam situasi pandemi saat ini pendidikan harus terus berjalan. Sejalan dengan asas tersebut sekolah tetap berusaha  memberikan hak dan  tuntunan kepada peserta didik dengan layanan pendidikan yang baik melalui pembelajaran secara daring. Pamdemi covid-19 memaksa guru untuk mampu menyajikan keggiatan belajar mengajar secara daring. Banyak sekali aplikasi yang bisa digunakan untuk pembelajaran daring. Ada yang berbayar dan ada pula yang gratis. Tentunya guru akan memilih aplikasi yang sesuai denan kondisi guru dan juga muridnya. Kondisi murid yang heterogen harus menjadi hal utama untuk pertimbangan memilih aplikasi.

Di SMA Negeri 2 Purworejo kondisi siswanya sangat heterogen bila kita melihat dari aspek kemampuan Ekonomi, sarana belajar daring yang dimiliki, kemampuan IT, letak geografis, jaringan internet dilingkungan tempat tingggal dan juga tingkat kepedulian orang tua dalam hal pendidikan anak. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut guru memilih menggunakan aplikasi gratis dari google. Aplikasi yang diggunakan guru untuk mendukung kegiatan pembelajaran diantaranya adalah Google Classroom, Google form, google meet, goggle document, google slide, dan jamboard. Selain itu guru juga bisa menggunakan aplikasi lain yang bisa dihubungkan ke google classroom seperti penilaian dengan quizziz.

a.      Google classroom

Google Classroom adalah aplikasi produk google yang disediakan untuk membantu para pendidik dalam mengelola kelas dengan alat bantu Teknologi Informasi. Google Classroom dapat diakses menggunakan akun google, jadi bagi pengguna e-mail dari  gmail dan pengguna HP Android tentunya sudah punya akun google karena akun google juga digunakan sebgai syarat untuk masuk ke berbagai aplikasi.



b.      Google  form

Google form adalah layanan dari Google yang memungkinkan Anda untuk membuat survey, tanya jawab dengan fitur formulir online yang bisa dicustomisasi sesuai dengan kebutuhan. Dalam pembelajaran daring google form dapat dimanfaatkan untuk membuat presensi/daftar hadir, kuis, penugasan, lembar kerja peserta didik, dan juga untuk penilaian harian.



c.       Google meet

Google Meet adalah produk dari Google yang merupakan layanan komunikasi video yang dikembangkan oleh Google.  Google meet dapat dimanfaatkan untuk kelas virtual dalam kegiatan belajar mengajar jarak jauh. Guru dan peserta didik bisa bertemu dan berkomunikasi dua arah meskipun terpisah ruang.



d.      Google docs

 Google Docs merupakan aplikasi pengolah kata online yang memiliki fungsi untuk pengolahan kata, membuat dan memformat dokumen teks. Google Docs mirip dengan Microsoft Word. Dalam pembelajaran daring google docs bisa digunakan untuk membuat materi pelajaran, lembar kerja peserta didik, dll.



 

 

 

 

 

 

 


e.       Google slide

Google slide adalah sebuah aplikasi presentasi online yang memungkinkan anda untuk memamerkan karya anda dengan cara visual. Google slides fungsinya hampir sama dengan powerpoint. Dalam pembelajaran daring google slides bisa digunakan untuk mempresentasikan materi. Kelebihan google slides adalah bisa diedit dimana saja dan kapan saja karena file ini tersimpan di cloud secara online

 



f.        Google jamboard


Google Jamboard merupakan sebuah papan tulis interaktif pintar berbasis Android, dengan ukuran jumbo, yang dapat membantu pekerjaan yang berhubungan dengan presentasi, dan ilustrasi. Dalam pembelajaran daring guru bisa menggunakan aplikasi ini untuk meminta umpan balik dari siswa seperti perkenalan, menuliskan ide, pendapat, merefleksi kegiatan, menuliskan testimoni, kesan, pesan, dll.

 


 

 

2.             Siswa diberi kemerdekaan dalam belajar, mengerjakan dan mengumpul tugas.

 Salah satu pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah menghamba pada anak. Pendidikan yang menghamba pada anak juga dikenal dalam pembelajaran dalam istilah pembelajaran berbasis Student Centered Learning (SCL). Siswa belajar dari apa yang dilakukan bukan dari apa yang disampaikan guru. Pendekatan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik atau anak merupakan sistem pembelajaran yang menunjukkan dominasi peserta didik selama kegiatan pembelajaran dan guru hanya sebagai fasilitator, pembimbing dan pemimpin. Pembelajaran berpusat pada anak dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanakan kegiatan pembelajaran berpusat kepada anak. Anak diberi kebebasan dalam menyelesaiakan tugas ataupun dalam model belajar.

Dalam menyelesaikan tugas yang diberikan dalam kegiatan belajar mengajar guru memberikan kebebasan kepada murid untuk memilih cara menuangkan jawaban maupun aplikasi yang akan digunakan. Semua itu disesuaikan dengan kemampuan siswa dalam menggunakan media maupun sarana yang mereka miliki untuk menyelesaikan tugas. Sebagai contoh dalam mengerjakan LKPD yang diberikan kepada siswa, mereka boleh menuliskan jawabannya langsung di lembar LKPD tersebut atau bisa juga dituliskan dikertas kemudian di foto dan sebagainya. Semua dikerjakan sesuai sarana yang dimilikiki oleh siswa.

3.             Berkolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran  dan Orangtua

Dalam salah satu pemikiran Ki Hajar Dewantara, adalah Tri Pusat Pendidikan yang menerangkan bahwa pendidikan berlangsung di tiga lingkungan, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiganya memiliki peran di dalam proses pembelajaran, dan saling mengisi dan memperkuat satu dengan yang lainnya. Pendidikan peserta didik tidak akan berhasil jika hanya dilaksanakan oleh satu pihak saja yaitu guru kelas saja. Namun pendidikan akan berhasil jika dilakukan secara berkolaborasi atau membangun hubungan yang baik antara guru kelas, guru mata pelajaran dan orangtua. Pada pertemuan ini, banyak hal yang dapat disampaikan oleh orangtua dan guru, Seperti kendala yang dihadapi oleh siswa dalam proses pembelajaran. Orangtua dalam mengawasi anaknya sehingga  permasalahan yang dihadapi dapat di selesaikan dengan mencarikan solusi yang tidak merugikan pihak manapun. Kendala lain, misalnya masalah keberatan kuota internet untuk pembelajaran. Para orang tua, guru, dan sekolah duduk bersama mencari titik temu agar kuota dapat dibantu dan pembelajaran tetap berjalan dengan baik.  Maka dana BOS dan program kuota dari pemerintah melalui kemendikbud merupakan solusi yang terbaik. Hal ini sangat baik untuk terlaksananya Merdeka belajar yang berpihak kepada siswa.

C.    Kendala-kendala dalam pelaksanaan aksi nyata

Dalam pelaksanaan pembelajaran ini, secara khusus pada saat pembelajaran daring kendala-kendala yang saya alami selama ini antara lain :

  • tugas-tugas secara daring tidak dapat terkumpul 100%  rata-rata antara  80%-90 %. Hal ini terjadi karena tingkat kejenuhan yang tinggi dirasakan anak-anak yang belajar cukup lama di rumah. Kasus tertentu seperti pada saat PTS dan PAS secara daring, tugas dapat terumpul 100% 
  •  pengawasan orang tua yang kurang dalam pelaksanaan bembelajaran daring di rumah. Hal ini dapat dimaklumi karena beban kerja orang tua yang cukup berat.
  • ketersediaan handphone yang kurang memadai. Satu handphone digunakan oleh lebih dari satu orang anak dan juga kadang berbagi dengan orang tua 
  • pemenuhan kebutuhan kuota yang cukup berat,  apabila pembelajaran daring melalui vicon walaupun peserta didik sudah mendapatkan kuota dari kemendikbud.

D.    Rencana perbaikan di masa mendatang.

Rencana perbaikan yang akan dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut:

1.      Guru akan memperbaiki dan meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan teknologi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara daring.

2.      Guru akan lebih memperhatikan kondisi dan kebutuhan siswa agar guru bisa menyajikan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa.

3.      Guru akan merefleksi setiap kegiatan dan aktivitas pembelajaran agar tahu kekurangan dan kelemahannya untuk memperbaiki pembelajaran berikutnya.

E.     Kesimpulan

Pendidikan itu merupakan suatu tuntutan di dalam hidup tumbuh kembangnya anak anak. Pendidikan adalam memanusiakan manusia  muda. Setiap anak memiliki kodratnya sendiri-sendiri. Mereka memiliki kekuatan, kreativitas, kepribadian, kecerdasan, bentuk fisik, karakter, dan kemampuan masing-masing sesuai kodrat yang dibawanya sejak lahir sebagai karunia Tuhan. Talenta-talenta tersebut harus ditumbuhkembangkan, dituntun agar pada saatnya nanti dapat berguna dan menopang kehidupan mereka. Pendidik tidak bisa mengharapkan yang lebih dari kodrat mereka, namun hanya dapat menuntun dan mengarahkan mereka menuju cita-citanya. Dalam proses menuntun tersebut, segala upaya diusahakan meskipun situasi pandemi. Pendidikan harus sejalan dengan kodrat zaman, maka perkembangan teknologi informasi yang sangat masif sekarang ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana dan sumber belajar. Walaupun pendidik hanya mampu untuk menuntun, mendampingi dan mengarahkan, akan tetapi manfaatnya sangat berguna kelak di masa depan yang akan datang. 

No comments:

Post a Comment

PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

  PENGUATAN LITERASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK     AKSI NYATA MODUL 3.3 PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA M...