Friday, July 30, 2021

Membangun Budaya Positif di Kelas melalui Komunikasi Efektif

 

Membangun Budaya Positif di Kelas melalui Komunikasi Efektif

Aksi Nyata 1.4

TIAS SIWI NOVITALIA, S.Pd., M.Pd.

CGP Kab. Purworejo




A.   Latar Belakang

Budaya positif adalah suatu pembiasaan yang bernilai positif, Di dalamnya mengandung sejumlah kegiatan yang mampu menumbuhkan karakter peserta didik ke arah yang positif. Budaya positif perlu dibangun dalam suatu kelas yang akan berdampak pada budaya positif di sekolah dan berperan dalam visi sekolah. Mewujudkan budaya positif harus dilakukan sejak dini mengingat dalam prosesnya membutuhkan waktu yang lama dan konsisten dari setiap stakeholder yang ada. Sebagai guru penggerak, tentu memiliki peran yang besar dalam mewujudkan disiplin positif, baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah. Di lingkungan sekolah, guru dapat menerapkan budaya positif seperti bekerja sama dengan rekan sejawat, berinteraksi secara akrab dengan peserta didik, menerapkan sikap disiplin dan bertanggung jawab serta menjadi teladan bagi peserta didik. Sedangkan di lingkungan kelas, salah satu langkah yang guru dapat lakukan adalah membangun budaya positif melalui komunikasi efektif.

Komunikasi efektif memiliki dampak yang besar terhadap keberhasilan pembelajaran. Apabila guru menyampaikan pesan atau materi ajarnya menggunakan komunikasi yang efektif, maka akan berpengaruh pada peningkatan pemahaman peserta didik yang pada akhirnya akan mempengaruhi perubahan tingkah laku peserta didik. Perubahan tingkah laku ini juga akan berujung pada terbentuknya budaya positif di kelas. Untuk itu, komunikasi efektif tidak hanya digunakan dalam pembelajaran saja, namun perlu juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, untuk membangun budaya positif di sekolah langkah yang dapat ditempuh adalah memulainya dengan membangun budaya positif di kelas melalui komunikasi efektif.

B.    Deskripsi Aksi Nyata

1.    Tujuan

a.    Meningkatkan interaksi antara guru dan peserta didik ke arah yang positif.

b.    Meningkatkan motivasi dan wawasan pengetahuan peserta didik.

c.     Melalui komunikasi efektif dalam pembelajaran, peserta didik mampu bekerja sama, dan saling menghargai antar sesama.

d.    Menumbuhkan budaya positif di kelas.

2.  Tolok Ukur

a.    Peserta didik mampu memberikan umpan balik dalam kegiatan pembelajaran.

b.    Peserta didik terampil menyampaikan ide atau pendapat menggunakan bahasa yang jelas, tepat dan sesuai etika serta budaya.

c.     Peserta didik memiliki motivasi dan peningkatan pemahaman.

d.    Peserta didik memiliki semangat kerja sama, aktif dalam berdiskusi dan bertanggung jawab.

e.    Meningkatnya interaksi antara guru dan peserta didik ke arah yang positif.

C.   Hasil dari Aksi Nyata yang Dilakukan

Hasil dari aksi nyata yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1.    Peserta didik memberikan respon yang positif atau umpan balik terhadap pesan yang disampaikan.

2.    Peserta didik memiliki keterampilan yang baik dalam menyampaikan ide atau gagasan.

3.    Peserta didik memiliki sikap saling menghargai pendapat, mampu bekerja sama dan bertanggung jawab.

4.    Peserta didik mampu berpikir kritis, kreatif dan memiliki motivasi akademik yang tinggi.

D.   Pembelajaran yang Didapat dari Pelaksanaan (Kegagalan maupun Keberhasilan)

1.     Kegagalan

Masih terdapat beberapa peserta didik yang kurang percaya diri dalam menyampaikan ide atau gagasannya dalam kegiatan pembelajaran.

2.     Keberhasilan

Peserta didik menunjukkan respon yang positif dan sikap antusias dalam setiap kegiatan pembelajaran sehingga terjadi komunikasi dua arah. Keterampilan dan ide atau gagasan yang dikemukakan oleh peserta didik telah menunjukkan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai profil Pancasila. Dan hal ini telah mendukung perwujudan budaya positif di kelas.

E.    Rencana Perbaikan untuk Pelaksanaan di Masa Mendatang

1.   Meningkatkan rasa percaya diri peserta didik dalam mengemukakan ide atau gagasan dalam setiap kegiatan pembelajaran melalui strategi latihan berpikir.

2.   Meningkatkan interaksi guru dan peserta didik di luar jam pelajaran.

3.   Melakukan refleksi secara rutin atau evaluasi berkala.

 

Thursday, July 1, 2021

MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN YANG AKTIF, KREATIF DAN MENYENANGKAN DENGAN MEMFAATKAN APLIKASI GOOGLE CLASSROOM DAN GOOGLE MEETS

 

AKSI NYATA 1.3

TIAS SIWI NOVITALIA, S.Pd., M.Pd.

CGP ANGKATAN 2

KAB. PURWOREJO




 

A.             LATAR BELAKANG

Pandemic Covid-19 berdampak langsung pada sector pendidikan yaitu berlakunya pembelajaran dari rumah (BDR). Pembelajaran jarak jauh (daring) memaksa guru sebagai pendidik  bertanggungjawab atas keberlangsungan pembelajaran disekolah. Pembelajaran dimasa pandemi seperti saat sekarang  ini membutuhkan  inovasi, kreatifitas dan motivasi seorang guru dalam proses pembelajaran  sangat mempengaruhi semangat belajar peserta didik. Sudah dapat dipastikan muncul perasaan jenuh dan bosan, hal ini inilah yang menyebabkan peserta didik tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran online.

Munculnya rasa jenuh dan bosan mengharuskan seorang guru menciptakan sebuah pembelajaran yang kreatif, inovatif, bervariasi, menarik, dan dapat menumbuhkan semangat dan partisipasi aktif peserta didik. Pendidikan karakter selama Belajar dirumah (BDR) juga harus menjadi perhatian penting bagi guru. Menerapkan pendidikan yang berprofil pancasila (penjelasan profil pelajar pancasila) mewujudkan merdeka belajar.

 

B.             DISKRIPSI AKSI NYATA

Dalam pembelajaran yang sudah saya terapkan dikelas selama daring melalui google classroom  dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan tehadap tuhan Yang Maha Esa, Siswa diminta memulai kegiatan pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam sebelum memulai pembelajaran. Melatih kedisiplinan siswa dengan mengingatkan untuk waktu mulai pembelajaran dengan melakukan presensi dan mengingatkan untuk mengumpulkan tugas tepat waktu dengan membuat tenggat di GC. Dalam pembelajaran yang saya lakukan selain menggunakan GC saya juga menggunakan G-Meets. Dalam GC saya membuat kelompok-kelompok diskusi dan membagi tugas (menggunakan metode PBL). Dalam Google meets suasana pembelajaran sama dengan pembelajaran Tapka. Saya membagi kelas dalam 6 kelompok masing-masing terdiri dari 6 orang dan membuat 6 link Gmeets untuk penyelesaian masalah kelompok. Kemudian diskusi kelompok dilakukan di link meets utama. Disitu siswa diskusi presentasi bertanya, mengemukakan pendapat denga saling menghargai.

Dalam pembelajaran juga terdapat kolaborasi (gotong- royong) dengan orang tua melalui WA Group dengan mengkomunikasikan kegiatan pembelajaran dengan orang tua siswa.Kolaborasi antar siswa dilakukan dengan cara membuat kelompok-kelompok diskusi untuk memecahkan suatu masalah bersama kelompok masing-masing yang dibagikan melalui GC.Ide, gagasan, inivasi,  keratifitas dan penguasaan IT siswa bisa dilihat dari hasil karya penugasan kelompok atau mandiri dalam bentuk tulisan, audio ataupun video.Siswa dapat menunjukkan sikap menghargai dan menghormati guru dan sesama siswa pada saat berlangsungnya diskusi presentasi melalui Google Meets. Pada saat siswa bertanya dan mengemukakan pendapat dapat dinilai sifat berpikir dan bernalar kritis.

 

C.             HASIL AKSI NYATA

Saat pembelajaran berlangsung siswa sangat antusias dan semangat belajar melalui GC dan Googlemeets.  Dilihat dari presensi siswa menggunakan GC kehadiran siswa sesuai dengan jam KBM dan dari hasil penugasan juga disampaikan tepat waktu sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan. Hasil penugasan juga sangat variatif dan kreatif.

Pada saat meets  siswa secara berkelompok mempresentasikan hasil diskusi secara bergantian, siswa menanggapi hasil kelompok lain dan bertanya kepada kelompok lain dengan antusias dan tertib serta saling menghargai satu sama lain. 

 

D.             RENCANA PERBAIKAN

Didalam kegiatan pembelajaran masih ada beberapa kendala diantaranya :

1.       sinyal kadang-kadang hilang

2.      belum semua bisa berpastisipasi aktif

3.      masih ada siswa yang belum mengukuti meets karena susahnya komunikasi dengan siswa dan orangtua siswa.

4.      Keterbatasabn kuota

Rencana perbaikan kedepannya untuk mengurangi kendala-kendala teknis dilakukan dengan :

1.         Membuat perencanaan pembelajaran yang lebih efektif

2.         Mengefektifkan komunikasi orang tua memalui WA Group (guna pengawasan proses kbm)

3.         Mengkomunikasikan jadwal diskusi melalui meets sehingga siswa sudah mempersiapkan diri (baik kuota dan waktu kehadiran)

4.         Menyampaikan materi pembelajaran di GC sebelum beberapa hari sebelum KBM sehinnga siswa sudah mempelajri terkebuh dahulu.

5.         Jika dimungkinkan mengusulkan ke pihak sekolah untuk menambah bantuan kuota ke siswa

 


PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

  PENGUATAN LITERASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK     AKSI NYATA MODUL 3.3 PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA M...