Membangun Budaya Positif di Kelas melalui Komunikasi Efektif
Aksi Nyata 1.4
TIAS SIWI NOVITALIA, S.Pd.,
M.Pd.
CGP Kab. Purworejo
A. Latar Belakang
Budaya
positif adalah suatu pembiasaan yang bernilai positif, Di dalamnya mengandung
sejumlah kegiatan yang mampu menumbuhkan karakter peserta didik ke arah yang
positif. Budaya positif perlu dibangun dalam suatu kelas yang akan berdampak
pada budaya positif di sekolah dan berperan dalam visi sekolah. Mewujudkan
budaya positif harus dilakukan sejak dini mengingat dalam prosesnya membutuhkan
waktu yang lama dan konsisten dari setiap stakeholder yang ada. Sebagai guru
penggerak, tentu memiliki peran yang besar dalam mewujudkan disiplin positif,
baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah. Di lingkungan sekolah, guru
dapat menerapkan budaya positif seperti bekerja sama dengan rekan sejawat,
berinteraksi secara akrab dengan peserta didik, menerapkan sikap disiplin dan
bertanggung jawab serta menjadi teladan bagi peserta didik. Sedangkan di
lingkungan kelas, salah satu langkah yang guru dapat lakukan adalah membangun
budaya positif melalui komunikasi efektif.
Komunikasi
efektif memiliki dampak yang besar terhadap keberhasilan pembelajaran. Apabila
guru menyampaikan pesan atau materi ajarnya menggunakan komunikasi yang
efektif, maka akan berpengaruh pada peningkatan pemahaman peserta didik yang
pada akhirnya akan mempengaruhi perubahan tingkah laku peserta didik. Perubahan
tingkah laku ini juga akan berujung pada terbentuknya budaya positif di kelas.
Untuk itu, komunikasi efektif tidak hanya digunakan dalam pembelajaran saja,
namun perlu juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, untuk
membangun budaya positif di sekolah langkah yang dapat ditempuh adalah
memulainya dengan membangun budaya positif di kelas melalui komunikasi efektif.
B. Deskripsi Aksi Nyata
1. Tujuan
a. Meningkatkan interaksi
antara guru dan peserta didik ke arah yang positif.
b. Meningkatkan motivasi
dan wawasan pengetahuan peserta didik.
c. Melalui komunikasi
efektif dalam pembelajaran, peserta didik mampu bekerja sama, dan saling
menghargai antar sesama.
d. Menumbuhkan budaya
positif di kelas.
2. Tolok Ukur
a. Peserta didik mampu
memberikan umpan balik dalam kegiatan pembelajaran.
b. Peserta didik terampil
menyampaikan ide atau pendapat menggunakan bahasa yang jelas, tepat dan sesuai
etika serta budaya.
c. Peserta didik memiliki
motivasi dan peningkatan pemahaman.
d. Peserta didik memiliki
semangat kerja sama, aktif dalam berdiskusi dan bertanggung jawab.
e. Meningkatnya interaksi
antara guru dan peserta didik ke arah yang positif.
C. Hasil dari Aksi Nyata yang Dilakukan
Hasil dari
aksi nyata yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Peserta didik
memberikan respon yang positif atau umpan balik terhadap pesan yang
disampaikan.
2. Peserta didik memiliki
keterampilan yang baik dalam menyampaikan ide atau gagasan.
3. Peserta didik memiliki
sikap saling menghargai pendapat, mampu bekerja sama dan bertanggung jawab.
4. Peserta didik mampu
berpikir kritis, kreatif dan memiliki motivasi akademik yang tinggi.
D. Pembelajaran yang Didapat dari Pelaksanaan
(Kegagalan maupun Keberhasilan)
1. Kegagalan
Masih
terdapat beberapa peserta didik yang kurang percaya diri dalam menyampaikan ide
atau gagasannya dalam kegiatan pembelajaran.
2. Keberhasilan
Peserta
didik menunjukkan respon yang positif dan sikap antusias dalam setiap kegiatan
pembelajaran sehingga terjadi komunikasi dua arah. Keterampilan dan ide atau
gagasan yang dikemukakan oleh peserta didik telah menunjukkan karakter yang
sesuai dengan nilai-nilai profil Pancasila. Dan hal ini telah mendukung
perwujudan budaya positif di kelas.
E. Rencana Perbaikan untuk Pelaksanaan di Masa Mendatang
1. Meningkatkan rasa percaya diri peserta didik dalam mengemukakan
ide atau gagasan dalam setiap kegiatan pembelajaran melalui strategi latihan
berpikir.
2. Meningkatkan interaksi guru dan peserta didik di luar jam
pelajaran.
3. Melakukan refleksi secara rutin atau evaluasi berkala.
No comments:
Post a Comment