PENGUATAN LITERASI DIGITAL
UNTUK MENINGKATKAN
KREATIVITAS PESERTA DIDIK
AKSI NYATA MODUL 3.3
PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID
TIAS SIWI NOVITALIA
CGP ANGKATAN 2
KABUPATEN PURWOREJO
FACTS
(PERISTIWA)
A. Latar
Belakang
Perkembangan teknologi informasi menunjukkan kemajuan yang
pesat, baik di bidang perangkat keras maupun perangkat lunak, dan infrastruktur
lain seperti jaringan komunikasi yang dapat mendukung terciptanya suatu sistem
informasi yang handal mengalami perkembangan juga. Hasil inovasi di bidang
teknologi informasi dalam mengembangkan perangkat lunak maupun perangkat keras
secara berkelanjutan, telah mempersingkat umur teknis dan umur ekonomis dari
perangkat lunak maupun perangkat keras sebelumnya.
Perkembangan dunia digital dapat menimbulkan dua sisi yang
berlawanan dalam kaitannya dengan pengembangan literasi digital. Berkembangnya peralatan
digital dan kemudahan akses informasi dalam bentuk digital menimbulkan
tantangan sekaligus peluang. Jumlah generasi muda yang mengakses internet
sangat besar. Mayoritas remaja seusia siswa SMA menghabiskan banyak waktunya
untuk berselancar dengan internet baik menggunakan telepon genggam, laptop,
maupun komputer. Hasil riset menunjukkan bahwa generasi muda yang memiliki
keahlian untuk mengakses media digital saat ini belum mampu memanfaatkan media untuk
kepentingan memperoleh informasi pengembangan diri.
Hampir semua siswa di SMA Negeri 2 Purworejo memiliki
telepon pintar. Sebagian besar dari mereka menggunakan telepon pintarnya untuk
berkomunikasi, mencari hiburan, bermain game, dan untuk pembelajaran jarak jauh
(PJJ). Masih sangat sedikit siswa yang memanfaatkan perkembangan teknologi ini
untuk mengasah kreativitasnya. Misalnya sebagai media penjualan online,
mengikuti kompetisi online, dan membuat konten kreatif. Siswa masih membutuhkan
dukungan pengetahuan serta motivasi untuk mengasah kreativitasnya dalam
memanfaatkan teknologi digital. Oleh karena itu, kami membuat program yang
berdampak pada murid dengan judul “Penguatan Literasi Digital untuk Meningkatkan
Kreativitas Peserta Didik”.
B. Tujuan
Aksi nyata
Tujuan dari aksi nyata ini adalah:
1. Peserta
didik mendapatkan informasi yang menguatkan literasi digitalnya.
2. Peserta
didik mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mengasah kreativitasnya.
3. Peserta
didik mampu memanfaatkan peluang dan tanggap pada perkembangan iptek.
C. Tolok
ukur
1. Peserta
didik antusias dan berpartisipasi aktif selama kegiatan
2. Peserta
didik mampu membuat produk kreativitas menggunakan teknologi digital
3. Peserta
didik mampu memanfaatkan peluang dalam mengikuti perkembangan teknologi
4. Peserta
didik mampu menjadi konten creator yang menginspirasi bagi oorang lain
D. Linimasa
Tindakan yang dilakukan
ALUR B-A-G-J-A
1. Buat Pertanyaan
v Bagaimana
cara menguatkan literasi digital pada peserta didik?
v Bagaimana
cara meningkatkan kreativitas peserta didik?
v Bagaimana
cara agar siswa tanggap dan mampu memanfaatkan peluang terhadap perkembangan
teknologi?
2. Ambil
Pelajaran
Melakukan survei terhadap peserta didik untuk mengetahui
sejauh mana mereka memanfaatkan sarana digital yang telah mereka punya.
3. Gali
Mimpi
v Peserta
didik memiliki pemahaman tentang ragam konteks pengguna dunia digital
v Peserta
didik memiliki daya piker yang kritis dalam menilai dan menyikapi suatu konten
v Peserta
didik konstruktif dan kreatif dalam menciptakan suatu konten
v Peserta
didik komunikatif dalam memahami kinerja jejaring dan komunikasi di dunia
digital
v Peserta
didik memiliki rasa percaya diri dan bertanggung jawab secara sosial.
Melakukan
pemetaan pemahaman siswa tentang konten kreatif,
Membuat
pemetaan tentang kegemaran siswa
Menyusun
panitia kegiatan
Membuat
rencana dan jadwal kegiatan
5.
Atur Eksekusi
Memberikan referensi aplikasi digital
yang diperlukan untuk mendukung karya siswa
Mengenalkan aplikasi-aplikasi digital dalam
kegiatan pembelajaran
Mengadakan pelatihan pembuatan pster
digital
Mengadakan workshop pembuatan video
pendek
Membuat laporan kegiatan
Memantau perkembangan kreativitas peserta
didik
E. Dukungan
yang dibutuhkan
Kegiatan aksi nyata ini tidak akan berjalan tanpa
kolaborasi, sehingga dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
v Kepala
sekolah sebagai penanggungjawab
v Rekan
sejawat sebagai panitia kegiatan
v Siswa
sebagai sasaran utama kegiatan aksi nyata
v Narasumber
kegiatan pelatihan poster dan video pendek
v Dana untuk
penyelenggaraan kegiatan pelatihan poster dan video pendek
v Sarana
prasarana
F. Hasil
Aksi Nyata
Aksi nyata dilaksanakan mulai minggu pertama bulan Oktober
pada saat pembelajaran matematika di kelas. Sesuai rancangan kegiatan yang
telah disusun, guru memberi penguatan literasi digital melalui pengenalan
aplikasi-aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran. Aplikasi-aplikasi yang
dikenalkan diantaranya adalah whatsapp, Instagram, facebook, twitter, google
meet classroom, google meet, google docs, google form, google slide, quizizz, youtube,
tiktok, capcut, kinemaster, canva, dan geogebra. Dari sekian banyak apliakasi
yang tersebut hampir semua siswa sudah memasang di telepon pintar mereka. Yang masih
jarang dikenal adalah canva dan geogebra.
Canva merupakan sebuah tools untuk desain grafis yang menjembatani penggunanya agar
adapat dengan mudah merancang berbagai jenis desain kreatif secara online.
Mulai dari mendesain kartu ucapan, poster, brosur, infografik, hingga
presentasi. Canva saat tersedia dalam beberapa versi, web, iPhone, dan Android.
Geogebra adalah
software matematika dinamis
yang menggabungkan geometri, aljabar, dan kalkulus dapat digunakan
sebagai alat bantu dalam pembelajaran matematika.
Pada pembelajaran tersebut
peserta didik diminta untuk menggambar grafik fungsi eksponen menggunakan
geogebra. Peserta didik sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran mereka
memasang software geogebra pada handpone mereka dan mulai mencoba menggambar
grafik. Peserta didik juga diberi keleluasaan untuk mengeksplore geogebra lebih
jauh sesuai dengan apa yang peserta didik ingin ketahui.
Penguatan literasi
selanjutnya adalah pelatuhan membuat poster digital dengan menggunakan canva dan
adobe illustrator yang dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2021. Pelatihan ini
menghadirkan seorang narasumber dan diikuti oleh 120 peserta didik. Dari pelatihan
ini peserta didik menjadi lebih terbuka wawasannya mengenai literasi digital
dan mereka semakin antusias untuk menggali kreativitas mereka untuk membuat
suatu karya.
Penguatan literasi yang ketiga
yaitu pelatihan pembuatan video pendek yang dilaksanakan pada hari Selasa
tanggal 9 November 2021. Peserta didik sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut
dan dari pelaatihan tersebut mereka membuat karya sesuai dengan kreativitas
masing-masing.
FEELING
(PERASAAN)
Selama
saya melakukan aksi nyata ini saya merasa senang. Karena dengan adanya
penguatan literasi digital ini peserta didik menjadi lebih terbuka wawasannya. Peserta
didik juga menjadi lebih semangat untuk mencoba hal baru dan mengasah
keterampilan mereka untuk menghasilkan suatu karya yang bermanfaat. Dengan demikian
peserta didik mampu meningkatkan kreativitasnya dan mengisi waktu dengan
kegiatan positif.
FINDING
(PEMBELAJARAN)
Pembelajaran
yang di dapat dari kegiatan aksi nyata ini adalah peserta didik antusisan untuk
mempelajari hal baru yang berkaitan dengan perkembangan teknologi digitaldengan
penguatan literasi digital yang telah dilaksanakan peserta didik mampu meningkatkan
kreativitasnya dan mampu membuat karya yang bermanfaat.
FUTURE
(PENERAPAN KEDEPAN)
Dengan
bekal literasi digital yang telah diperoleh peserta didik mampu
mengaplikasikannya untuk hal-hal positif yang bermanfaat bagi dirinya maupun
bagi orang lain. Peserta didik lebih tanggap pada perkembangan teknologi
digital dan dapat dengan cepat menyesuaikan diri serta mampu mengambil peluang
dari kemajuan teknologi tersebut. Selain mengaplikasikan dalam pembelajaran peserta
didik juga diharapkan mampu membuat
konten kreatif yang bisa digunakan sebagai sarana untuk melatih kemandirian dan
juga untuk berkompetisi seperti halnya untuk iklan penjualan online, mengikuti
lomba poster, dan lomba video pendek.





