Tuesday, November 9, 2021

PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

 

PENGUATAN LITERASI DIGITAL

UNTUK MENINGKATKAN

KREATIVITAS PESERTA DIDIK

 

 

AKSI NYATA MODUL 3.3

PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

 

 

TIAS SIWI NOVITALIA

CGP ANGKATAN 2

KABUPATEN PURWOREJO

 

FACTS (PERISTIWA)

A.      Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi menunjukkan kemajuan yang pesat, baik di bidang perangkat keras maupun perangkat lunak, dan infrastruktur lain seperti jaringan komunikasi yang dapat mendukung terciptanya suatu sistem informasi yang handal mengalami perkembangan juga. Hasil inovasi di bidang teknologi informasi dalam mengembangkan perangkat lunak maupun perangkat keras secara berkelanjutan, telah mempersingkat umur teknis dan umur ekonomis dari perangkat lunak maupun perangkat keras sebelumnya.

Perkembangan dunia digital dapat menimbulkan dua sisi yang berlawanan dalam kaitannya dengan pengembangan literasi digital. Berkembangnya peralatan digital dan kemudahan akses informasi dalam bentuk digital menimbulkan tantangan sekaligus peluang. Jumlah generasi muda yang mengakses internet sangat besar. Mayoritas remaja seusia siswa SMA menghabiskan banyak waktunya untuk berselancar dengan internet baik menggunakan telepon genggam, laptop, maupun komputer. Hasil riset menunjukkan bahwa generasi muda yang memiliki keahlian untuk mengakses media digital saat ini belum mampu memanfaatkan media untuk kepentingan memperoleh informasi pengembangan diri.

Hampir semua siswa di SMA Negeri 2 Purworejo memiliki telepon pintar. Sebagian besar dari mereka menggunakan telepon pintarnya untuk berkomunikasi, mencari hiburan, bermain game, dan untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ). Masih sangat sedikit siswa yang memanfaatkan perkembangan teknologi ini untuk mengasah kreativitasnya. Misalnya sebagai media penjualan online, mengikuti kompetisi online, dan membuat konten kreatif. Siswa masih membutuhkan dukungan pengetahuan serta motivasi untuk mengasah kreativitasnya dalam memanfaatkan teknologi digital. Oleh karena itu, kami membuat program yang berdampak pada murid dengan judul “Penguatan Literasi Digital untuk Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik”.

B.      Tujuan Aksi nyata

Tujuan dari aksi nyata ini adalah:

1.    Peserta didik mendapatkan informasi yang menguatkan literasi digitalnya.

2.    Peserta didik mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mengasah kreativitasnya.  

3.    Peserta didik mampu memanfaatkan peluang dan tanggap pada perkembangan iptek.

C.      Tolok ukur

1.    Peserta didik antusias dan berpartisipasi aktif selama kegiatan

2.    Peserta didik mampu membuat produk kreativitas menggunakan teknologi digital

3.    Peserta didik mampu memanfaatkan peluang dalam mengikuti perkembangan teknologi

4.    Peserta didik mampu menjadi konten creator yang menginspirasi bagi oorang lain

D.     Linimasa Tindakan yang dilakukan

ALUR B-A-G-J-A

1.    Buat Pertanyaan

v  Bagaimana cara menguatkan literasi digital pada peserta didik?

v  Bagaimana cara meningkatkan kreativitas peserta didik?

v  Bagaimana cara agar siswa tanggap dan mampu memanfaatkan peluang terhadap perkembangan teknologi?

 

2.    Ambil Pelajaran

Melakukan survei terhadap peserta didik untuk mengetahui sejauh mana mereka memanfaatkan sarana digital yang telah mereka punya.

3.    Gali Mimpi

v  Peserta didik memiliki pemahaman tentang ragam konteks pengguna dunia digital

v  Peserta didik memiliki daya piker yang kritis dalam menilai dan menyikapi suatu konten

v  Peserta didik konstruktif dan kreatif dalam menciptakan suatu konten

v  Peserta didik komunikatif dalam memahami kinerja jejaring dan komunikasi di dunia digital

v  Peserta didik memiliki rasa percaya diri dan bertanggung jawab secara sosial.

4.    Jabarkan Rencana

Melakukan pemetaan pemahaman siswa tentang konten kreatif,

Membuat pemetaan tentang kegemaran siswa

Menyusun panitia kegiatan

Membuat rencana dan jadwal kegiatan

5.    Atur Eksekusi

Memberikan referensi aplikasi digital yang diperlukan untuk mendukung karya siswa

Mengenalkan aplikasi-aplikasi digital dalam kegiatan pembelajaran

Mengadakan pelatihan pembuatan pster digital

Mengadakan workshop pembuatan video pendek

Membuat laporan kegiatan

Memantau perkembangan kreativitas peserta didik

E.      Dukungan yang dibutuhkan

Kegiatan aksi nyata ini tidak akan berjalan tanpa kolaborasi, sehingga dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

v  Kepala sekolah sebagai penanggungjawab

v  Rekan sejawat sebagai panitia kegiatan

v  Siswa sebagai sasaran utama kegiatan aksi nyata

v  Narasumber kegiatan pelatihan poster dan video pendek

v  Dana untuk penyelenggaraan kegiatan pelatihan poster dan video pendek

v  Sarana prasarana

F.      Hasil Aksi Nyata

Aksi nyata dilaksanakan mulai minggu pertama bulan Oktober pada saat pembelajaran matematika di kelas. Sesuai rancangan kegiatan yang telah disusun, guru memberi penguatan literasi digital melalui pengenalan aplikasi-aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran. Aplikasi-aplikasi yang dikenalkan diantaranya adalah whatsapp, Instagram, facebook, twitter, google meet classroom, google meet, google docs, google form, google slide, quizizz, youtube, tiktok, capcut, kinemaster, canva, dan geogebra. Dari sekian banyak apliakasi yang tersebut hampir semua siswa sudah memasang di telepon pintar mereka. Yang masih jarang dikenal adalah canva dan geogebra.

Canva merupakan sebuah tools untuk desain grafis yang menjembatani penggunanya agar adapat dengan mudah merancang berbagai jenis desain kreatif secara online. Mulai dari mendesain kartu ucapan, poster, brosur, infografik, hingga presentasi. Canva saat tersedia dalam beberapa versi, web, iPhone, dan Android.

Geogebra  adalah   software   matematika   dinamis   yang   menggabungkan geometri, aljabar, dan kalkulus dapat  digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran matematika.

Pada pembelajaran tersebut peserta didik diminta untuk menggambar grafik fungsi eksponen menggunakan geogebra. Peserta didik sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran mereka memasang software geogebra pada handpone mereka dan mulai mencoba menggambar grafik. Peserta didik juga diberi keleluasaan untuk mengeksplore geogebra lebih jauh sesuai dengan apa yang peserta didik ingin ketahui.




Penguatan literasi selanjutnya adalah pelatuhan membuat poster digital dengan menggunakan canva dan adobe illustrator yang dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2021. Pelatihan ini menghadirkan seorang narasumber dan diikuti oleh 120 peserta didik. Dari pelatihan ini peserta didik menjadi lebih terbuka wawasannya mengenai literasi digital dan mereka semakin antusias untuk menggali kreativitas mereka untuk membuat suatu karya.


Z


Penguatan literasi yang ketiga yaitu pelatihan pembuatan video pendek yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 9 November 2021. Peserta didik sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut dan dari pelaatihan tersebut mereka membuat karya sesuai dengan kreativitas masing-masing.

 

FEELING (PERASAAN)  

Selama saya melakukan aksi nyata ini saya merasa senang. Karena dengan adanya penguatan literasi digital ini peserta didik menjadi lebih terbuka wawasannya. Peserta didik juga menjadi lebih semangat untuk mencoba hal baru dan mengasah keterampilan mereka untuk menghasilkan suatu karya yang bermanfaat. Dengan demikian peserta didik mampu meningkatkan kreativitasnya dan mengisi waktu dengan kegiatan positif.

FINDING (PEMBELAJARAN)

Pembelajaran yang di dapat dari kegiatan aksi nyata ini adalah peserta didik antusisan untuk mempelajari hal baru yang berkaitan dengan perkembangan teknologi digitaldengan penguatan literasi digital yang telah dilaksanakan peserta didik mampu meningkatkan kreativitasnya dan mampu membuat karya yang bermanfaat.

FUTURE (PENERAPAN KEDEPAN)

Dengan bekal literasi digital yang telah diperoleh peserta didik mampu mengaplikasikannya untuk hal-hal positif yang bermanfaat bagi dirinya maupun bagi orang lain. Peserta didik lebih tanggap pada perkembangan teknologi digital dan dapat dengan cepat menyesuaikan diri serta mampu mengambil peluang dari kemajuan teknologi tersebut. Selain mengaplikasikan dalam pembelajaran peserta didik  juga diharapkan mampu membuat konten kreatif yang bisa digunakan sebagai sarana untuk melatih kemandirian dan juga untuk berkompetisi seperti halnya untuk iklan penjualan online, mengikuti lomba poster, dan lomba video pendek.

 

Friday, July 30, 2021

Membangun Budaya Positif di Kelas melalui Komunikasi Efektif

 

Membangun Budaya Positif di Kelas melalui Komunikasi Efektif

Aksi Nyata 1.4

TIAS SIWI NOVITALIA, S.Pd., M.Pd.

CGP Kab. Purworejo




A.   Latar Belakang

Budaya positif adalah suatu pembiasaan yang bernilai positif, Di dalamnya mengandung sejumlah kegiatan yang mampu menumbuhkan karakter peserta didik ke arah yang positif. Budaya positif perlu dibangun dalam suatu kelas yang akan berdampak pada budaya positif di sekolah dan berperan dalam visi sekolah. Mewujudkan budaya positif harus dilakukan sejak dini mengingat dalam prosesnya membutuhkan waktu yang lama dan konsisten dari setiap stakeholder yang ada. Sebagai guru penggerak, tentu memiliki peran yang besar dalam mewujudkan disiplin positif, baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah. Di lingkungan sekolah, guru dapat menerapkan budaya positif seperti bekerja sama dengan rekan sejawat, berinteraksi secara akrab dengan peserta didik, menerapkan sikap disiplin dan bertanggung jawab serta menjadi teladan bagi peserta didik. Sedangkan di lingkungan kelas, salah satu langkah yang guru dapat lakukan adalah membangun budaya positif melalui komunikasi efektif.

Komunikasi efektif memiliki dampak yang besar terhadap keberhasilan pembelajaran. Apabila guru menyampaikan pesan atau materi ajarnya menggunakan komunikasi yang efektif, maka akan berpengaruh pada peningkatan pemahaman peserta didik yang pada akhirnya akan mempengaruhi perubahan tingkah laku peserta didik. Perubahan tingkah laku ini juga akan berujung pada terbentuknya budaya positif di kelas. Untuk itu, komunikasi efektif tidak hanya digunakan dalam pembelajaran saja, namun perlu juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, untuk membangun budaya positif di sekolah langkah yang dapat ditempuh adalah memulainya dengan membangun budaya positif di kelas melalui komunikasi efektif.

B.    Deskripsi Aksi Nyata

1.    Tujuan

a.    Meningkatkan interaksi antara guru dan peserta didik ke arah yang positif.

b.    Meningkatkan motivasi dan wawasan pengetahuan peserta didik.

c.     Melalui komunikasi efektif dalam pembelajaran, peserta didik mampu bekerja sama, dan saling menghargai antar sesama.

d.    Menumbuhkan budaya positif di kelas.

2.  Tolok Ukur

a.    Peserta didik mampu memberikan umpan balik dalam kegiatan pembelajaran.

b.    Peserta didik terampil menyampaikan ide atau pendapat menggunakan bahasa yang jelas, tepat dan sesuai etika serta budaya.

c.     Peserta didik memiliki motivasi dan peningkatan pemahaman.

d.    Peserta didik memiliki semangat kerja sama, aktif dalam berdiskusi dan bertanggung jawab.

e.    Meningkatnya interaksi antara guru dan peserta didik ke arah yang positif.

C.   Hasil dari Aksi Nyata yang Dilakukan

Hasil dari aksi nyata yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1.    Peserta didik memberikan respon yang positif atau umpan balik terhadap pesan yang disampaikan.

2.    Peserta didik memiliki keterampilan yang baik dalam menyampaikan ide atau gagasan.

3.    Peserta didik memiliki sikap saling menghargai pendapat, mampu bekerja sama dan bertanggung jawab.

4.    Peserta didik mampu berpikir kritis, kreatif dan memiliki motivasi akademik yang tinggi.

D.   Pembelajaran yang Didapat dari Pelaksanaan (Kegagalan maupun Keberhasilan)

1.     Kegagalan

Masih terdapat beberapa peserta didik yang kurang percaya diri dalam menyampaikan ide atau gagasannya dalam kegiatan pembelajaran.

2.     Keberhasilan

Peserta didik menunjukkan respon yang positif dan sikap antusias dalam setiap kegiatan pembelajaran sehingga terjadi komunikasi dua arah. Keterampilan dan ide atau gagasan yang dikemukakan oleh peserta didik telah menunjukkan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai profil Pancasila. Dan hal ini telah mendukung perwujudan budaya positif di kelas.

E.    Rencana Perbaikan untuk Pelaksanaan di Masa Mendatang

1.   Meningkatkan rasa percaya diri peserta didik dalam mengemukakan ide atau gagasan dalam setiap kegiatan pembelajaran melalui strategi latihan berpikir.

2.   Meningkatkan interaksi guru dan peserta didik di luar jam pelajaran.

3.   Melakukan refleksi secara rutin atau evaluasi berkala.

 

Thursday, July 1, 2021

MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN YANG AKTIF, KREATIF DAN MENYENANGKAN DENGAN MEMFAATKAN APLIKASI GOOGLE CLASSROOM DAN GOOGLE MEETS

 

AKSI NYATA 1.3

TIAS SIWI NOVITALIA, S.Pd., M.Pd.

CGP ANGKATAN 2

KAB. PURWOREJO




 

A.             LATAR BELAKANG

Pandemic Covid-19 berdampak langsung pada sector pendidikan yaitu berlakunya pembelajaran dari rumah (BDR). Pembelajaran jarak jauh (daring) memaksa guru sebagai pendidik  bertanggungjawab atas keberlangsungan pembelajaran disekolah. Pembelajaran dimasa pandemi seperti saat sekarang  ini membutuhkan  inovasi, kreatifitas dan motivasi seorang guru dalam proses pembelajaran  sangat mempengaruhi semangat belajar peserta didik. Sudah dapat dipastikan muncul perasaan jenuh dan bosan, hal ini inilah yang menyebabkan peserta didik tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran online.

Munculnya rasa jenuh dan bosan mengharuskan seorang guru menciptakan sebuah pembelajaran yang kreatif, inovatif, bervariasi, menarik, dan dapat menumbuhkan semangat dan partisipasi aktif peserta didik. Pendidikan karakter selama Belajar dirumah (BDR) juga harus menjadi perhatian penting bagi guru. Menerapkan pendidikan yang berprofil pancasila (penjelasan profil pelajar pancasila) mewujudkan merdeka belajar.

 

B.             DISKRIPSI AKSI NYATA

Dalam pembelajaran yang sudah saya terapkan dikelas selama daring melalui google classroom  dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan tehadap tuhan Yang Maha Esa, Siswa diminta memulai kegiatan pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam sebelum memulai pembelajaran. Melatih kedisiplinan siswa dengan mengingatkan untuk waktu mulai pembelajaran dengan melakukan presensi dan mengingatkan untuk mengumpulkan tugas tepat waktu dengan membuat tenggat di GC. Dalam pembelajaran yang saya lakukan selain menggunakan GC saya juga menggunakan G-Meets. Dalam GC saya membuat kelompok-kelompok diskusi dan membagi tugas (menggunakan metode PBL). Dalam Google meets suasana pembelajaran sama dengan pembelajaran Tapka. Saya membagi kelas dalam 6 kelompok masing-masing terdiri dari 6 orang dan membuat 6 link Gmeets untuk penyelesaian masalah kelompok. Kemudian diskusi kelompok dilakukan di link meets utama. Disitu siswa diskusi presentasi bertanya, mengemukakan pendapat denga saling menghargai.

Dalam pembelajaran juga terdapat kolaborasi (gotong- royong) dengan orang tua melalui WA Group dengan mengkomunikasikan kegiatan pembelajaran dengan orang tua siswa.Kolaborasi antar siswa dilakukan dengan cara membuat kelompok-kelompok diskusi untuk memecahkan suatu masalah bersama kelompok masing-masing yang dibagikan melalui GC.Ide, gagasan, inivasi,  keratifitas dan penguasaan IT siswa bisa dilihat dari hasil karya penugasan kelompok atau mandiri dalam bentuk tulisan, audio ataupun video.Siswa dapat menunjukkan sikap menghargai dan menghormati guru dan sesama siswa pada saat berlangsungnya diskusi presentasi melalui Google Meets. Pada saat siswa bertanya dan mengemukakan pendapat dapat dinilai sifat berpikir dan bernalar kritis.

 

C.             HASIL AKSI NYATA

Saat pembelajaran berlangsung siswa sangat antusias dan semangat belajar melalui GC dan Googlemeets.  Dilihat dari presensi siswa menggunakan GC kehadiran siswa sesuai dengan jam KBM dan dari hasil penugasan juga disampaikan tepat waktu sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan. Hasil penugasan juga sangat variatif dan kreatif.

Pada saat meets  siswa secara berkelompok mempresentasikan hasil diskusi secara bergantian, siswa menanggapi hasil kelompok lain dan bertanya kepada kelompok lain dengan antusias dan tertib serta saling menghargai satu sama lain. 

 

D.             RENCANA PERBAIKAN

Didalam kegiatan pembelajaran masih ada beberapa kendala diantaranya :

1.       sinyal kadang-kadang hilang

2.      belum semua bisa berpastisipasi aktif

3.      masih ada siswa yang belum mengukuti meets karena susahnya komunikasi dengan siswa dan orangtua siswa.

4.      Keterbatasabn kuota

Rencana perbaikan kedepannya untuk mengurangi kendala-kendala teknis dilakukan dengan :

1.         Membuat perencanaan pembelajaran yang lebih efektif

2.         Mengefektifkan komunikasi orang tua memalui WA Group (guna pengawasan proses kbm)

3.         Mengkomunikasikan jadwal diskusi melalui meets sehingga siswa sudah mempersiapkan diri (baik kuota dan waktu kehadiran)

4.         Menyampaikan materi pembelajaran di GC sebelum beberapa hari sebelum KBM sehinnga siswa sudah mempelajri terkebuh dahulu.

5.         Jika dimungkinkan mengusulkan ke pihak sekolah untuk menambah bantuan kuota ke siswa

 


Tuesday, June 8, 2021

 MEMAKSIMALKAN LAYANAN GOOGLE UNTUK PEMBELAJARAN JARAK JAUH

DI MASA PANDEMI COVID-19


AKSI NYATA 1.1
TIAS SIWI NOVITALIA, S.Pd, M.Pd.
CGP ANGKATAN 2
KAB.. PURWOREJO

 

A.       Latar Belakang

Pendidikan memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas suatu bangsa. Pendidikanlah  yang akan menentukan kemana bangsa ini akan menyongsong masa depannya, apakah menjadi bangsa besar yang beradab, cerdas dan siap beradaptasi dengan perubahan zaman. Sumber daya manusia yang unggul akan mampu untuk mengatur dan mengolah sumber daya alam dan seluruh potensi yang dimiliki bangsa ini untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama. Pandemi covid-19 yang terjadi hampir dua tahun ini telah memperngaruhi segala bidang kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Semua komponen pendidikan dibuat terkejut dan gugup,  bagaimana seharusnya bersikap dan bertindak secara cepat dan tepat.  Kita tahu, pembelajaran dan pengajaran selama ini mulai dari Indonesia merdeka hingga sebelum terjadinya pandemi, pembelajaran dilakukan secara tatap muka langsung. Kesiapan insan pendidikan mengalami kesulitan mendasar yang disebabkan adanya perubahan pembelajaran tatap muka berubah menjadi  online. Pendidik, peserta didik, dan orang tua dipaksa untuk bertransformasi dan beradaptasi dalam pembelajaran.

Dengan berbagai situasi kondisi dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi pada saat ini,  pendidikan tidak boleh stagnan. Peserta didik harus tetap memperoleh perhatian dan  layananan pendidikan yang baik. Mengingat tujuan pendidikan  nasional Indonesia, seperti yang tercantum di dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yang salah satunya berbunyi mencerdakan kehidupan bangsa. Sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara, pembelajaran hendaknya dapat menyesuaikan dan menjawab tantangan kodrat zaman yang sedang terjadi pada saat ini. Zaman ini penggunaan media komunikasi dan akses internet sudah biasa. Untuk itu, pendidik dapat memanfaatkan teknologi  tersebut sebagai sarana dan bagian dalam proses pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh.

B.       Tujuan

Tujuan yang akan dicapai adalah 1). Siswa lebih bersemangat mengikuti pembelajaran:2). Siswa lebih memahami materi pembelajaran; dan 3). Siswa dapat menerapkan pengetahuan teknologi informasi yang dipunyai untuk kepentingan keluarga dan masyarakat sekitar.

C.        Kegiatan Aksi Nyata

Dalam keadaan yang tidak menguntungkan saat ini, teknologi pendidikan dapar menjadi salah satu penyelesaian masalah pendidikan di masa pandemi covid 19. Teknologi pendidikan dapat memberikan kemudahan informasi serta penyampaian materi sehingga kegiatan pembelajaran yang dilakukan tidak menjadi kendala terkhusus pada saat pembelajaran jarak jauh. Dengan ciri khas, antusias, dan perkembangan yang cepat saat ini serta berkaitan dengan generasi muda/millenial di saat pandemi COVID-19 mengakibatkan teknologi pendidikan merupakan solusi aktif yang tepat dan efisien yang dapat dimanfaatkan guna menunjan pembelajaran mandiri saat ini. Teknologi pendidikan menciptakan cangkupan yang luas saat belajar mandiri. Teknologi pendidikan dapat menciptakan pembelajaran tetap berjalan baik serta mendukung pemerintah dalam upaya menjaga physical distancing sesuai protokol kesehatan

1.             Pembelajaran Daring dengan google

Menurut Ki Hadjar, Pendidikan adalah pembudayaan buah budi manusia yang beradab dan buah perjuangan manusia terhadap dua kekuatan yang selalu mengelilingi hidup manusia yaitu kodrat alam dan zaman. Dengan demikian, pendidikan itu sifatnya hakiki bagi manusia sepanjang peradabannya seiring perubahan jaman dan berkaitan dengan usaha manusia untuk memerdekakan batin dan lahir sehingga manusia tidak tergantung kepada orang lain akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri.

Saat ini teknologi informasi telah sedemikian canggih, dalam situasi pandemi saat ini pendidikan harus terus berjalan. Sejalan dengan asas tersebut sekolah tetap berusaha  memberikan hak dan  tuntunan kepada peserta didik dengan layanan pendidikan yang baik melalui pembelajaran secara daring. Pamdemi covid-19 memaksa guru untuk mampu menyajikan keggiatan belajar mengajar secara daring. Banyak sekali aplikasi yang bisa digunakan untuk pembelajaran daring. Ada yang berbayar dan ada pula yang gratis. Tentunya guru akan memilih aplikasi yang sesuai denan kondisi guru dan juga muridnya. Kondisi murid yang heterogen harus menjadi hal utama untuk pertimbangan memilih aplikasi.

Di SMA Negeri 2 Purworejo kondisi siswanya sangat heterogen bila kita melihat dari aspek kemampuan Ekonomi, sarana belajar daring yang dimiliki, kemampuan IT, letak geografis, jaringan internet dilingkungan tempat tingggal dan juga tingkat kepedulian orang tua dalam hal pendidikan anak. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut guru memilih menggunakan aplikasi gratis dari google. Aplikasi yang diggunakan guru untuk mendukung kegiatan pembelajaran diantaranya adalah Google Classroom, Google form, google meet, goggle document, google slide, dan jamboard. Selain itu guru juga bisa menggunakan aplikasi lain yang bisa dihubungkan ke google classroom seperti penilaian dengan quizziz.

a.      Google classroom

Google Classroom adalah aplikasi produk google yang disediakan untuk membantu para pendidik dalam mengelola kelas dengan alat bantu Teknologi Informasi. Google Classroom dapat diakses menggunakan akun google, jadi bagi pengguna e-mail dari  gmail dan pengguna HP Android tentunya sudah punya akun google karena akun google juga digunakan sebgai syarat untuk masuk ke berbagai aplikasi.



b.      Google  form

Google form adalah layanan dari Google yang memungkinkan Anda untuk membuat survey, tanya jawab dengan fitur formulir online yang bisa dicustomisasi sesuai dengan kebutuhan. Dalam pembelajaran daring google form dapat dimanfaatkan untuk membuat presensi/daftar hadir, kuis, penugasan, lembar kerja peserta didik, dan juga untuk penilaian harian.



c.       Google meet

Google Meet adalah produk dari Google yang merupakan layanan komunikasi video yang dikembangkan oleh Google.  Google meet dapat dimanfaatkan untuk kelas virtual dalam kegiatan belajar mengajar jarak jauh. Guru dan peserta didik bisa bertemu dan berkomunikasi dua arah meskipun terpisah ruang.



d.      Google docs

 Google Docs merupakan aplikasi pengolah kata online yang memiliki fungsi untuk pengolahan kata, membuat dan memformat dokumen teks. Google Docs mirip dengan Microsoft Word. Dalam pembelajaran daring google docs bisa digunakan untuk membuat materi pelajaran, lembar kerja peserta didik, dll.



 

 

 

 

 

 

 


e.       Google slide

Google slide adalah sebuah aplikasi presentasi online yang memungkinkan anda untuk memamerkan karya anda dengan cara visual. Google slides fungsinya hampir sama dengan powerpoint. Dalam pembelajaran daring google slides bisa digunakan untuk mempresentasikan materi. Kelebihan google slides adalah bisa diedit dimana saja dan kapan saja karena file ini tersimpan di cloud secara online

 



f.        Google jamboard


Google Jamboard merupakan sebuah papan tulis interaktif pintar berbasis Android, dengan ukuran jumbo, yang dapat membantu pekerjaan yang berhubungan dengan presentasi, dan ilustrasi. Dalam pembelajaran daring guru bisa menggunakan aplikasi ini untuk meminta umpan balik dari siswa seperti perkenalan, menuliskan ide, pendapat, merefleksi kegiatan, menuliskan testimoni, kesan, pesan, dll.

 


 

 

2.             Siswa diberi kemerdekaan dalam belajar, mengerjakan dan mengumpul tugas.

 Salah satu pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah menghamba pada anak. Pendidikan yang menghamba pada anak juga dikenal dalam pembelajaran dalam istilah pembelajaran berbasis Student Centered Learning (SCL). Siswa belajar dari apa yang dilakukan bukan dari apa yang disampaikan guru. Pendekatan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik atau anak merupakan sistem pembelajaran yang menunjukkan dominasi peserta didik selama kegiatan pembelajaran dan guru hanya sebagai fasilitator, pembimbing dan pemimpin. Pembelajaran berpusat pada anak dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanakan kegiatan pembelajaran berpusat kepada anak. Anak diberi kebebasan dalam menyelesaiakan tugas ataupun dalam model belajar.

Dalam menyelesaikan tugas yang diberikan dalam kegiatan belajar mengajar guru memberikan kebebasan kepada murid untuk memilih cara menuangkan jawaban maupun aplikasi yang akan digunakan. Semua itu disesuaikan dengan kemampuan siswa dalam menggunakan media maupun sarana yang mereka miliki untuk menyelesaikan tugas. Sebagai contoh dalam mengerjakan LKPD yang diberikan kepada siswa, mereka boleh menuliskan jawabannya langsung di lembar LKPD tersebut atau bisa juga dituliskan dikertas kemudian di foto dan sebagainya. Semua dikerjakan sesuai sarana yang dimilikiki oleh siswa.

3.             Berkolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran  dan Orangtua

Dalam salah satu pemikiran Ki Hajar Dewantara, adalah Tri Pusat Pendidikan yang menerangkan bahwa pendidikan berlangsung di tiga lingkungan, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiganya memiliki peran di dalam proses pembelajaran, dan saling mengisi dan memperkuat satu dengan yang lainnya. Pendidikan peserta didik tidak akan berhasil jika hanya dilaksanakan oleh satu pihak saja yaitu guru kelas saja. Namun pendidikan akan berhasil jika dilakukan secara berkolaborasi atau membangun hubungan yang baik antara guru kelas, guru mata pelajaran dan orangtua. Pada pertemuan ini, banyak hal yang dapat disampaikan oleh orangtua dan guru, Seperti kendala yang dihadapi oleh siswa dalam proses pembelajaran. Orangtua dalam mengawasi anaknya sehingga  permasalahan yang dihadapi dapat di selesaikan dengan mencarikan solusi yang tidak merugikan pihak manapun. Kendala lain, misalnya masalah keberatan kuota internet untuk pembelajaran. Para orang tua, guru, dan sekolah duduk bersama mencari titik temu agar kuota dapat dibantu dan pembelajaran tetap berjalan dengan baik.  Maka dana BOS dan program kuota dari pemerintah melalui kemendikbud merupakan solusi yang terbaik. Hal ini sangat baik untuk terlaksananya Merdeka belajar yang berpihak kepada siswa.

C.    Kendala-kendala dalam pelaksanaan aksi nyata

Dalam pelaksanaan pembelajaran ini, secara khusus pada saat pembelajaran daring kendala-kendala yang saya alami selama ini antara lain :

  • tugas-tugas secara daring tidak dapat terkumpul 100%  rata-rata antara  80%-90 %. Hal ini terjadi karena tingkat kejenuhan yang tinggi dirasakan anak-anak yang belajar cukup lama di rumah. Kasus tertentu seperti pada saat PTS dan PAS secara daring, tugas dapat terumpul 100% 
  •  pengawasan orang tua yang kurang dalam pelaksanaan bembelajaran daring di rumah. Hal ini dapat dimaklumi karena beban kerja orang tua yang cukup berat.
  • ketersediaan handphone yang kurang memadai. Satu handphone digunakan oleh lebih dari satu orang anak dan juga kadang berbagi dengan orang tua 
  • pemenuhan kebutuhan kuota yang cukup berat,  apabila pembelajaran daring melalui vicon walaupun peserta didik sudah mendapatkan kuota dari kemendikbud.

D.    Rencana perbaikan di masa mendatang.

Rencana perbaikan yang akan dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut:

1.      Guru akan memperbaiki dan meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan teknologi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara daring.

2.      Guru akan lebih memperhatikan kondisi dan kebutuhan siswa agar guru bisa menyajikan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa.

3.      Guru akan merefleksi setiap kegiatan dan aktivitas pembelajaran agar tahu kekurangan dan kelemahannya untuk memperbaiki pembelajaran berikutnya.

E.     Kesimpulan

Pendidikan itu merupakan suatu tuntutan di dalam hidup tumbuh kembangnya anak anak. Pendidikan adalam memanusiakan manusia  muda. Setiap anak memiliki kodratnya sendiri-sendiri. Mereka memiliki kekuatan, kreativitas, kepribadian, kecerdasan, bentuk fisik, karakter, dan kemampuan masing-masing sesuai kodrat yang dibawanya sejak lahir sebagai karunia Tuhan. Talenta-talenta tersebut harus ditumbuhkembangkan, dituntun agar pada saatnya nanti dapat berguna dan menopang kehidupan mereka. Pendidik tidak bisa mengharapkan yang lebih dari kodrat mereka, namun hanya dapat menuntun dan mengarahkan mereka menuju cita-citanya. Dalam proses menuntun tersebut, segala upaya diusahakan meskipun situasi pandemi. Pendidikan harus sejalan dengan kodrat zaman, maka perkembangan teknologi informasi yang sangat masif sekarang ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana dan sumber belajar. Walaupun pendidik hanya mampu untuk menuntun, mendampingi dan mengarahkan, akan tetapi manfaatnya sangat berguna kelak di masa depan yang akan datang. 

PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

  PENGUATAN LITERASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK     AKSI NYATA MODUL 3.3 PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA M...